Selasa, 12 Januari 2021

SAGUSABLOG Online: Meretas Kesenjangan Mutu Guru Indonesia


SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) yang diprakarsai oleh Ikatan Guru Indonesia dan diselenggarakan secara GRATIS oleh @mrmung sebagai inovator dan narasumber dengan menggunakan media aplikasi telegram, membuka tirai yang menyelimuti ruang diklat atau workshop bagi para guru di Timur Indonesia untuk ikut meningkatkan kompetensi profesi dalam melakukan inovasi pembelajaran berbasis IT.

Inovasi pembelajaran yang dilakukan dalam workshop ataupun diklat berbasis IT di bagian Timur Indonesia terutama Maluku sangat jarang dilakukan, baik terbatasnya mata diklat atau program yang direncanakan oleh Balai Diklat maupun lembaga-lemabaga Pendidikan terkait sehingga menjauhkan para guru dengan dunia Inovasi berbasis Internet kecuali bagi para guru yang ingin mandiri.

Kemandirian para Guru di Maluku kadang terbatas dengan kurangnya mentor maupun terbatasnya Internet yang terkesan merogoh kocek lumayan besar sehingga mengurangi minat para guru untuk terus mengembangkan diri, di samping persaingan kualitas antar lembaga maupun antar para guru masih kurang sesuai dengan yang diharapkan.

Kehadiran SAGUSABLOG Online bagi sebagian guru yang mempunyai keinginan besar untuk mengembangkan diri guna memenuhi tuntutan pembelajaran berbasis daring menjadi angin segar serta dorongan untuk bangkit serta berupaya menyetarakan diri dengan ketertinggalan yang begitu jauh. Namun, semangat juang serta tatapan penuh harap untuk kemajuan dunia Pendidikan di Maluku menjadi sebuah harapan yang mungkin tidak lagi mimpi walau masih terkesan sedikit menanjak untuk menggapainya.

Mimpi yang tumbuh dari sebuah realitas dan harapan yang menggelora dalam real waktu dan kesempatan yang telah terbuka luas tidak menjadi mimpi hampa tanpa bukti. Alhamdulillah melalui SAGUSABLOG Online GRATIS kami hadirkan Blog sederhana yang membutuhkan banyak uluran tangan serta bimbingan para senior serta teman-teman dalam motto “Sharing and Growing Together” – berkembang dan tumbuh bersama menjadi perekat guru di Timur Indonesia dengan Guru di seluruh Nusantara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar